Mencari Cinta Sejati, Seorang Dokter Malah Jatuh Ke Cengkeraman Psikopat

Mencari Cinta Sejati, Seorang Dokter Malah Jatuh Ke Cengkeraman Psikopat

ONVSOFF.com – Alison Hewitt, seorang dokter berusia 35 tahun, bertemu dengan seorang pria bernama Al Amin Dhalla lewat sebuah biro jodoh di London. Awalnya hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, memberikan harapan besar kepada Alison bahwa pria ini lah cinta sejatinya. Hingga perlahan Alison menyadari kalau ia menjalin asmara dengan seorang psikopat.

Oleh temannya Alison disarankan mendaftar ke biro jodoh yang dikenal sangat cermat dalam memilihkan pasangan yang cocok untuk kliennya. Setelah mendaftar segera saja Alison dipertemukan dengan Al, pria 35 tahun asal Kanada, yang telah menetap di London selama 5 tahun terakhir dan berprofesi sebagai broker asuransi.

Seperti dilansir Dailymail, 8/8/14, Al berwajah Asia dengan rahang tegas, bola mata berwarna kopi dan alis tebal, dan berkarisma. Sejak pertemuan pertama pria itu telah mempesona Alison. “Dia sangat terbuka, bersemangat dan penuh kehidupan. Matanya menari-nari di wajahku setiap kali ia bertanya tentang aku. Dia penuh perhatian dan sangat peduli. Aku tidak menyadari bahwa itulah awal mimpi burukku” ucap Alison.

Mencari Cinta Sejati, Seorang Dokter Malah Jatuh Ke Cengkeraman Psikopat

“Kami akhirnya tinggal bersama di apartemenku satu bulan setelah pertemuan pertama kami, hari itu Valentine 2010, tidak ada kembang api, tidak ada seikat bunga, namun aku merasa benar-benar damai” kisah Alison. “Hubungan asmara kami berjalan dengan sangat menyenangkan, aku bahagia bersamanya”

Hingga suatu hari di bulan Juni, Alison mengajak Al menghadiri acara keluarga. Al berkenalan dengan keluarga besar Alison. Awalnya keluarga Alison berpendapat positif tentang Al, lalu tak lama setelah itu Ibu Alison kembali bertemu dengan Al dalam sebuah makan malam di Brighton. Dalam kesempatan itu kepada Ibu Alison, Al bercerita tentang masa lalunya, cerita panjang berbelit-belit tentang kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya.

“Mum seorang psikolog, saat itu ia langsung tahu Al berbohong, tapi dia tidak mengatakan kepada ku untuk menjaga perasaanku. Diam-diam dia menyewa detektif untuk menyelidiki Al. Aku pun mulai curiga ketika tak sengaja melihat paspornya, disana tercatat usianya 40 tahun, bukan 35 tahun, dan visa UKnya berlaku sejak 2009, berarti dia di London baru satu tahun, bukan 5 tahun”

Detektif menemukan bahwa Al pernah dipenjara sedikitnya 2 kali, ia juga punya catatan kriminal kekerasan, insiden terakhir yang dilakukannya yaitu 4 tahun yang lalu. Alison mulai mendesak Al keluar dari apartemennya, namun itu bukan hal yang mudah, hingga akhirnya ayah tiri Alison, Daud, mengirim polisi ke apartemennya untuk mendesak Al pergi, dan dia menurut.

“Hari-hari setelah Al pergi tidak juga membuatku tenang, Al menguntit ku setiap hari, mengirimi surat beracun ke keluarga dan kenalan-kenalanku. Dia menelponku dengan kata-kata mesra siang dan malam. Dia berusaha membunuhku, juga keluargaku, kami berada dalam bahaya”

Belum lama ini Alison melihat Al menembakkan panah ke arahnya di daerah Wiltshire, masih berusaha membunuhnya. Polisi datang dan menemukan sebuah persembunyian senjata di belakang sebuah mobil terdiri dari senapan angin, pisau, palu dan sejumlah kantong hitam besar. Al berhasil ditangkap namun hari berikutnya ia dibebaskan dengan jaminan setelah ia mengaku tidak bersalah.

“Meskipun hakim telah menetapkan perintah penahanan pada dirinya dan melarang Al memasuki wilayah Sussex atau mendekatiku, namun aku masih punya firasat buruk tentang dia. Kehidupan ku, Mum dan Daud dalam bahaya besar. Sewaktu-waktu dia mungkin akan datang untuk membunuhku dan orang-orang terdekatku” ungkap Alison, putus asa. (rsn-onvsoff)

Content Protection by DMCA.com