Angeles City, Kota Filipina Yang Dipenuhi Anak Australia

Angeles City, Kota Filipina Yang Dipenuhi Anak Australia

ONVSOFF.com – Jika di Surabaya pernah terdapat tempat prostitusi bernama gang Dolly, dimana banyak anak-anak yang lahir dan tumbuh tanpa tahu siapa ayahnya, di Filipina juga terdapat tempat serupa. Angeles City, Filipina, merupakan kota prostitusi dan di sana ratusan anak-anak Australia lahir dari para ibu yang bekerja sebagai pekerja seks.

Angeles City merupakan nama pemberian dari orang Spanyol yang dulu menjajah Filipina. Penjajah itu menamai kota ini Pueblo de los Angeles atau kota malaikat. Selama perang Vietnam (1957-1975), kota itu merupakan kediaman dari Clark Air Base, fasilitas militer Amerika terbesar di luar AS. Sejak saat itu Angeles City menjadi pusat pariwisata seks Asia.

Menurut departemen pariwisata lokal, lebih dari 4,7 juta orang asing datang ke Filipina setiap tahunnya. Lebih dari 60% dari mereka adalah laki-laki, dan Australia adalah yang paling banyak dan merupakan pemboros terbesar ketiga, di belakang Amerika dan Korea Selatan dan tepat di depan Jepang.

Angeles City, Kota Filipina Yang Dipenuhi Anak Australia

Departemen Luar Negeri AS, yang memberikan laporan perdagangan manusia, menyatakan bahwa Australia juga merupakan salah satu kelompok yang paling aktif dalam pariwisata seks anak, meskipun di Angeles City, tampaknya, sebagian besar ini bukan ‘preferensial’ tapi situasional. Lelaki yang mencari mangsa wanita di sana tidak peduli berapa usia mereka.

Di Angeles City kini terdapat ratusan anak-anak Australia yang lahir dan tumbuh di lingkungan yang tidak memadai, dan jumlah mereka terus bertambah setiap harinya. Ada sebagian kecil dari mereka yang tahu siapa ayah mereka dan masih dibiayai oleh ayah mereka, namun sebagian besar lainnya tidak tahu bagaimana masa depan mereka nanti karena mereka putus sekolah.

Praktek aborsi, sekalipun di lingkungan prostitusi, illegal di Filipina. Ada obat yang sangat mahal untuk menggugurkan kandungan, namun itu sangat berbahaya. Bidan tradisional yang membantu aborsi pun seringkali gagal dan menyebabkan kematian. Penggunaan alat kontrasepsi di Filipina dianggap sebagai dosa. Seolah tidak ada jalan untuk masalah ini. (rsn-onvsoff)

Content Protection by DMCA.com