28 September Diperingati Sebagai Hari Kereta Api Nasional

28 September Diperingati Sebagai Hari Kereta Api Nasional

ONVSOFF.com – Tidak banyak orang yang tahu jika setiap tanggal 28 September, diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional. Hari ini, 28 September 2015, merupakan Hari Kereta Api Nasional yang ke 70 tahun, sejak hari bersejarah perkeretaapian Indonesia pada 28 September 1945.

Industri Kereta Api di Tanah Air mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang sejak jaman penjajahan Belanda. Pembangunan pertama dimulai pada 17 Juni 1864 di Desa Kamijen. Diprakarsai langsung oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes. Jalur kereta ini mempunyai panjang 26 km dari desa Kamijen menuju desa Tanggung, dan dibuka mulai pada tanggal 10 Agustus 1864. Pada 10 Januari 1870 jalur ini menjadi 110 km dan mampu menghubungkan Semarang-Surakarta.

Keberhasilan pembangunan jalur kereta api Semarang – Surakarta ini memicu pembangunan jalur kereta api di daerah lain. Tak kalah dengan pulau Jawa, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan bahkan sampai Sulawesi juga dibangun jalur kereta Api. Tak ketinggalan, Kalimantan, Bali serta Lombok juga ikut dibangun.

Jalur-jalur kereta ini dibangun dengan tujuan utama untuk keperluan transportasi pengangkut rempah-rempah oleh pihak Belanda. Tak hanya itu, kereta juga digunakan oleh Belanda untuk pendistribusian senjata dan amunisi saat perang berlangsung.

Sampai pada tahun 1939 panjang jalur kereta di Indonesia mencapai 6.811 km. Namun setelah memasuki penjajahan Jepang jalur ini berkurang sebanyak 901 km karena pembongkaran oleh pihak Jepang.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang.

Sejarah hari Kereta Api Nasional terjadi pada tahun 1945 setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan. Karyawan KA yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan kereta api dari pihak Jepang. Peristiwa itu berlangsung pada tanggal 28 September 1945. Peristiwa inilah yang menjadi landasan sebagai Hari Kereta Api Nasional, sekaligus dibentuknya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

Kecuali DKARI, ada operator KA lain yaitu Kereta Api Soematra Oetara Negara Repoeblik Indonesia dan Kereta Api Negara Repoeblik Indonesia, yang semuanya beroperasi di Sumatera. Nama DKARI pun berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), semasa Orde Lama. Lalu, pada tanggal 15 September 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA, Perjanka).

Kemudian, pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan semenjak tanggal 1 Juni 1999, Perumka mulai menunjukkan keterbukaannya dan berubah menjadi PT Kereta Api (Persero) (PT KA). Pada bulan Mei 2010, nama PT KA berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), hingga saat ini. (infosumbar/koma/rsn-onvsoff)

Content Protection by DMCA.com