SMAN 1 Adonara Menuju Pioner Pramuka Ranting Adonara

SMAN 1 Adonara Menuju Pioner Pramuka Ranting Adonara

ONVSOFF.com – Bergerak dari nol kilometer, perlahan namun pasti, gerakan pramuka Ambalan Bapa Arkian Kamba-Ema Benga Tupen, pangkalan SMAN 1 Adonara, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, mulai menunjukkan jati dirinya.

“Sebagai pangkalan baru, tentu banyak aral dan tantangan yang merintangi kami untuk memulai mengaktifkan gerakan pramuka di sekolah” ujar Lorius Dore Gega, S.Pd, selaku ketua mabigus SMAN 1 Adonara di sela-sela kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) 16-18 Desember 2016.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah melakukan kegiatan perkemahan 13-14 Agustus 2016 daerah persawahan Lewobuku kecamatan Adonara” lanjut Lorius.

“Selanjutnya, kami mulai mengaktifkan latihan rutin, Selasa sore, dan Sabtu sore dalam sepekan” tutur Lorius penuh semangat.

Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mulai bergerak ke langkah kedua. Tantangan yang dihadapi oleh pangkalan SMAN 1 Adonara adalah minimnya pembina yang mempunyai kemahiran khusus di bidang tekpram sehingga harus mendatangkan pelatih dari kwaran tetangga.

Berkat koneksi yang sangat baik dari beberapa pembina SMAN 1 Adonara dengan para pelatih dari kwaran tetangga dalam hal ini kwaran Kelubagolit, sehingga 4 pelatih berhasil mereka datangkan untuk membangkitkan kegiatan pramuka di SMAN 1 Adonara yang baru seumur jagung itu.

“Kesulitan mulai menerpa ketika latihan rutin kami hidupkan”, lanjut Lorius dengan mimik serius. “Karena kami tidak mempunyai pembina dan atau pelatih yang benar-benar mahir di berbagai bidang tekpram sehingga kami mendatangkan 4 orang pelatih dari kecamatan Kelubagolit, yakni Kakak Marco dan istrinya, Kakak Jello, dan juga Kakak Mafon.”

“Ada satu hal yang paling mengherankan bagi saya adalah keempat pelatih ini kami bayar dengan Rp 0,- alias gratis” ucap Lorius penuh haru.

“Hari gini, toh masih ada orang yang rela mengorbankan waktunya, tenaganya, dan ilmu pengetahuan serta keterampilannya secara gratis kepada orang lain, saya sangat salut kepada para pelatih itu,” ujar Lorius bangga.

Hari berganti bulan. Rutinitas kegiatan pramuka di pangkalan SMAN 1 Adonara terus berlanjut. Momentum hari Sumpah Pemuda pada Jumat, 28 Oktober 2016 dimanfaatkan dengan baik oleh pangkalan SMAN 1 Adonara. Upacara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda digelar di dusun Ara’, desa Sagu. Uniknya, semua peserta upacara mengenakan seragam dan atribut pramuka. Keunikan lainnnya adalah toleransi antarumat beragama benar-benar terasa pada waktu itu.

“Kerja sama apik kami bangun dengan remaja masjid dusun Ara’ sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Anton Adonarek, S.Pd selaku pembina pramuka I di SMAN 1 Adonara.

“Selain upacara memperingati Sumpah Pemuda, setelah teman-teman pembina dan adik-adik beragama Islam menunaikan sholat Jumat, kami menggelar prosesi penerimaan tamu ambalan,” tegas Adonarek.

Walaupun mentari siang itu sangat terik menyengat ubun-ubun, prosesi penerimaan tamu ambalan Bapa Arkian Kamba-Ema Benga Tupen pangkalan SMAN 1 Adonara berjalan penuh khidmat, sama seperti upacara memperingati hari Sumpah Pemuda.

Kurang lebih seminggu sesudah peringatan hari Sumpah Pemuda, dan prosesi penerimaan tamu ambalan, badai besar menerpa pangkalan SMAN 1 Adonara.

Bagaimana tidak, ratusan siswa yang telah diterima menjadi warga ambalan, sebagian besar dari mereka justru balik kanan meninggalkan ambalan muda Bapa Arkian Kamba-Ema Benga Tupen dengan berbagai alasan yang variatif.

“Tersisa hanya sekitar 30-an saja yang masih aktif megikuti latihan rutin”, ucap Adonarek dengan mimik serius.

Namun, semangat juang yang tak pernah pudar dalam diri para pembina, dan pelatih justru terus berkobar. Niat tulus gelekat lewo, gewayan tana (rela berkorban demi tanah air-red) membuat para pembina dan pelatih terus terus membuncah dalam dada. Seusai ujian semester, tepatnya Jumat-Minggu, 16-18 Desember 2016, kegiatan Perjusami dalam rangka pelantikan bantara pangkalan SMAN 1 Adonara pun digelar di dusun Wainira, desa Tikatukang, kecamatan Adonara.

Semua gudep penggalang dan penegak dalam wilayah kwaran Adonara pun diundang. Tak lupa ambalan Ken Arok-Kendedes pangkalan SMAN 1 Kelubagolit turut andil dalam kegitan akbar itu.

Dalam situasi musim hujan disertai kabut tebal yang menyelimuti bumi perkemahan, semua peserta tampak sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah direncanakan oleh panitia penyelenggera. Turut hadir pada perjusami tersebut adalah utusan dari gudep MTs Al-Furqon Kolipetung dan SMPN 1 Atap Tikakukang.

Hadir pula 2 polisi dari Polsek Adonara yang berandil memberikan materi PBB pada hari perdana perkemahan. Turut hadir pula dokter Rahmah NuRhijjah yang memberi materi P3K, dan Halima Wea, S. Pd pembina pramuka SMAN 1 Larantuka yang terlibat langsung pada acara rigem usai api unggun menyala menerangi bumi perkemahan.

Di sela-sela temaramnya api unggun yang mulai memudar diterpa jemari embun dari bukit, Salina Surat Saku, S.PdI selaku pembina II gudep SMAN 1 Adonara menuturkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Tuhan, dan semua pihak yang turut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga kegiatan perjusami bisa berjalan dengan baik sesuai rencana.

“Syukur kepada Tuhan Allah SWT atas semua ini”, tegas Salina Surat Saku, S.PdI selaku pembina II.

“Dan terima kasih kepada para pelatih, dan pembina SMAN 1 Adonara, terima kasih kepada para para pembina dan peserta dari tingkat penggalang, dan penegak yang telah mengirim utusannya dalam kegiatan kami ini, serta warga dusun Wainira yang telah ikhlas membantu secara material dan moril untuk menyukseskan kegiatan ini” ucap wanita yang biasa disapa Insur ini penuh semangat.

“Perjusami Desember 2016 bukanlah ending dari kisah kepramukaan pada pangkalan SMAN 1 Adonara di kwaran Adonara” ujar Insur penuh wibawa. “Kegiatan-kegiatan kepramukaan akan berlanjut dan berkesinambungan di masa mendatang, tegas Insur.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kegiatan kepramukaan di wilayah kita ini seakan mati suri. Panas penuh semangat menjelang hari ulang tahun pramuka. Namun, dingin membeku sesudahnya sampai menjelang ultah pramuka berikutnya. Oleh karena itu, momentum Perjusami ini, semoga bisa menginspirasi para pelatih dan pembina para pembina pramuka kwaran Adonara untuk menghidupkan kembali kegiatan pramuka di gudep masing-masing.

“Mari, kita jadikan Perjusami Desember 2016 sebagai tonggak kebangkitan pramuka di kwaran Adonara khususnya. Dan gudep SMAN 1 Adonara sebagai pioner pramuka di ranting Adonara”, harap Insur menutupi dialog.

Kabut tebal dan sesekali gerimis yang senantiasa menyelimuti bumi perkemahan pun mulai sirna pada hari terkahir perkemahan. Satu-persatu peserta perkemahan berlalu menuju kediaman masing-masing. Dalam suasana kelelahan dan raut wajaha lusuh, masih terlihat senyum mengambang di bibir mereka. Mungkinkah sebagai pertanda bahwa gerakan pramuka telah hadir dan akan terus beranjak dewasa di tanah Koli kecamatan Adonara? Biarlah waktu yang menjawabnya. (BreroWuran-onvsoff)

Content Protection by DMCA.com