Amerika Serikat Prihatin Atas Kekerasan Terhadap Rohingya

ONVSOFF.com – Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya “sangat prihatin” dengan kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar. Dimana kejadian tersebut mengakibatkan perpindahan ratusan Muslim Rohingya, namun Departemen Luar Negeri AS tidak menkritik pemimpin negara tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan pengumuman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 8 September bahwa sekitar 270.000 orang Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus menyusul tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di negara bagian Rakhine, termasuk serangan kekerasan dan pembakaran di desa-desa” kata juru bicara Heather Nauert.

Departemen Luar Negeri bekerja sama dengan mitra internasional, termasuk kantor badan pengungsi PBB, Komite Internasional Palang Merah dan Organisasi Internasional untuk Migrasi, memberikan bantuan darurat bagi pengungsi tersebut.

“Sejak Oktober 2016, pemerintah AS telah menyediakan hampir $ 63 juta bantuan kemanusiaan untuk masyarakat rentan yang mengungsi di dan dari Burma keseluruh wilayah,” katanya.

Pernyataan tersebut, seperti yang sebelumnya disampaikan oleh Asisten Deputi Sekretaris Negara untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Patrick Murphy.

Dalam sebuah konferensi telepon dengan wartawan pada hari Jumat, Murphy mengatakan bahwa AS berfokus pada perluasan akses kemanusiaan dan media di wilayah tersebut, dan mengutuk “berbagai” serangan – “serangan terhadap pasukan keamanan, serangan terhadap warga sipil (dan) serangan oleh warga sipil. ”

“Kami sangat prihatin dengan tuduhan pelanggaran yang terus-menerus dilakukan dimana mengakibatkan perpindahan banyak orang,” tambah Murphy. “Kami mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah untuk menenangkan ketegangan.”

Tapi Murphy berhati-hati untuk tidak secara langsung mengkritik pemerintah sipil negara tersebut.(jmw-onvsoff)

Content Protection by DMCA.com