Malala Yousafzai: Dunia Dan Muslim Rohingya Sedang Menunggu

ONVSOFF.com – PBB memperkirakan setidaknya 1.000 orang telah terbunuh dalam kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine dan lebih dari seperempat juta orang telah melarikan diri melintasi perbatasan ke negara tetangga Bangladesh.

Ketegangan yang berkelanjutan tersebut dipicu oleh serangan terhadap pasukan keamanan akhir bulan lalu, yang mengakibatkan serangan balik brutal yang menargetkan seluruh desa Muslim Rohingya. (Baca juga: Amerika Serikat Prihatin Atas Kekerasan Terhadap Rohingya)

Dalam sebuah pernyataan Sabtu, kelompok gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army mengumumkan “penghentian sementara operasi militer ofensif” untuk periode satu bulan agar kelompok bantuan dapat menanggapi “krisis kemanusiaan”. Gencatan senjata akan dimulai pada hari Minggu, kata pernyataan tersebut.

Di Gedung Putih, Sekretaris Pers Sarah Huckabee Sanders mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Donald Trump “mengetahui situasi dan ikut memantauannya.”

Uskup Agung Emeritus Desmond Tutu, seperti Suu Kyi, adalah seorang penerima Hadiah Nobel Perdamaian, menulis sebuah surat untuk Suu Kyi yang dikirim ke akun Twitter-nya pada hari Kamis.

“Saya sekarang tua, jompo dan pensiun,” tulis Tutu, “tapi melanggar sumpah saya untuk tetap diam dalam urusan publik karena kesedihan yang mendalam tentang nasib minoritas Muslim di negara Anda, Rohingya.”

Sedangkan penerima Nobel Perdamaian Malala Yousafzai meminta Suu Kyi untuk mengutuk kekerasan tersebut, dengan menulis, “Dunia sedang menunggu dan Muslim Rohingya sedang menunggu.”(jmw-onvsoff)

Content Protection by DMCA.com