Sebuah Surat Dari Dokter Di Jalur Gaza Untuk Obama-Israel

Sebuah Surat Dari Dokter Di Jalur Gaza Untuk Obama-Israel

ONVSOFF.com – Sebuah surat datang dari Gaza, untuk dunia. Penulisnya yang emosional mengisahkan cerita duka akibat invasi darat: tubuh-tubuh yang terkoyak, bercucuran darah, menggigil, sekarat, dan akhirnya tewas.

Korbannya adalah rakyat Palestina dari segala usia, nyaris semuanya penduduk sipil yang tak punya dosa. Manusia–ia tulis dengan huruf kapital–sekali lagi diperlakukan seperti binatang. Oleh tentara (yang mengaku) paling bermoral di dunia, Israel.

(baca: Umat Muslim Gaza Shalat Di Gereja)

Sang penulis menjadi saksi hidup orkestra mesin perang Israel, sebuah simfoni mengerikan salvo artileri dari kapal perang di ujung pantai, deru jet tempur F-16, suara drone yang bikin merinding, ditingkahi gemuruh Apache. Semua dibuat dan dibiayai Amerika Serikat — sekutu abadi Tel Aviv.

Seruan pun ditujukan kepada Presiden AS Barack Obama yang mendukung agresi itu, dengan alasan ‘pembelaan diri’ Israel dari roket Hamas.

“Mr Obama – apakah Anda punya hati?

Saya mengundang Anda, menghabiskan satu malam–hanya semalam–dengan kami di Shifa. Menyamar sebagai tukang bersih-bersih, mungkin.

Saya yakin, 100 persen, itu akan mengubah sejarah.

Tak seorang pun, yang punya hati dan kuasa yang bisa melalui malam di Shifa tanpa bertekad untuk mengakhiri pembantaian rakyat Palestina…

Tolong. Lakukan apa yang Anda bisa. Ini tak boleh dibiarkan.”

Pengirimnya bukan orang Palestina, melainkan seorang dokter yang menjadi relawan di RS al-Shifa, Gaza. Namanya, Mads Gilbert, MD PhD.

Pria 67 tahun itu sudah berkali-kali mengabdi di Gaza, 17 tahun bolak-balik. Ia datang dari negara di mana rakyatnya menikmati kegembiraan dan kebebasan: Norwegia.

Gilbert mengaku kemanusiaan yang menuntunnya datang, tanpa bayaran. Ke wilayah tepian Laut Tengah di mana ia menjadi saksi dari sebuah ‘pembantaian’. Meski saudara sebangsanya menuduh kesaksiannya sebagai berita bohong.

Seperti halnya Rachel Corrie yang tewas karena menghadang buldozer Caterpillar D9R milik Israel yang akan menghancurkan permukiman rakyat Palestina. Gadis 23 tahun asal AS, beragama Kristen, itu dituding membela ‘teroris’. (acw/jmw-onvsoff)