Sejuta Lilin Untuk Dolfina Dan Darurat Trafficking NTT

Sejuta Lilin Untuk Dolfina Dan Darurat Trafficking NTT

ONVSOFF.com – Kematian TKW asal Desa Kotafoun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Malaysia memberi luka yang mendalam untuk keluarga korban, masyarakat NTT dan Indonesia.

“Kita Berbelasungkawa buat Dolfina dan darurat trafficking NTT. Juga Solidaritas buat kekerasan seksual di seluruh Nusantara. Nusantara berkabung karena perempuan yang adalah ibu seluruh bumi menjadi korban para penjahat kemanusiaan. Mari kita nyatakan solidaritas,dan bangkit melawan kelaliman”, tulis Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor, Magnus Kobesi di akun sosial media miliknya.

Seperti diberitakan sebelumnya jenazah Delfina diterima keluarga dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, tubuh Delfina penuh dengan jahitan. (Baca disini: Jenazah TKI Asal NTT Dipulangkan Dalam Kondisi Penuh Jahitan, Ada Bagian Tubuh yang Hilang)

Ketika dihubungi ONVSOFF.com tentang kelanjutan kasus Delfina, Magnus Kobesi mengatakan akan ada aksi solidaritas berbelasungkawa buat Dolfina dan Darurat Trafficking NTT.

“Tadi ada pertemuan untuk persiapan besok jam 5 sore ada aksi sejuta lilin yang melibatkan pemkab TTU, Forkupimda, NgO, Lembaga Pendidikan, Forum Komunikasi Umat beragama dll. Besok aksi Solidaritas Belasungkawa buat Dolfina dan Darurat Trafficking NTT akan berlangsung di Lapangan Umum Oemanu depan Kantor Bupati TTU”

Untuk NTT, kasus Trafficking semakin hari semakin mencemaskan. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2012 terjadi sebanyak 42 kasus , tahun 2013 terjadi 15 kasus dengan jumlah korban sebanyak 122 orang. Tahun 2014 sebanyak 12 kasus dengan jumlah korban 131 orang dan pada tahun 2015 per bulan Juli sebanyak 8 kasus dengan jumlah korban sebanyak 18 orang ,sehingga totalnya sebanyak 312 kasus.

Menanggapi perihal ini Direktur Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum (PLBH) Timor, Magnus Kobesi berharap agar pemerintah menyediakan lapangan kerja dan tegas menindak pelaku trafficking.

” Harapan kita 1.) Penyediaan lapangan kerja oleh pemerintah NTT biar buruh di negri sendiri bukan luar negeri 2.) Kapolri tegas dan menindak pelaku trafficking 3.) Perbaikan kinerja instansi terkait buruh migran karena fakta pemalsuan dokumen buruh oleh negara. KTP, Pasport, rekomendasi dari Nakertrans maka pengawasan aparatur menjadi penting. 4.) Pencegahan dini terhadap trafficking kami telah mulai dengan penyuluhan hukum di desa-desa dan berharap dilakukan juga oleh banyak lembaga untuk kurangi trafficking NTT kata Magnus Kobesi. (jmw-onvsoff)