50 Ulama Legalkan Pernikahan Transgender Di Pakistan

50 Ulama Legalkan Pernikahan Transgender Di Pakistan

ONVSOFF.com – Sama seperti di sebagian besar negara di dunia, pernikahan transgender di Pakistan selama ini merupakan tindakan yang melanggar hukum. Namun kini pernikahan transgender di negara tersebut telah dilegalkan di bawah naungan agama Islam. Sebanyak 50 ulama ternama di Pakistan baru-baru ini mengeluarkan fatwa tentang pernikahan transgender.

Fatwa tersebut menyatakan bahwa orang-orang transgender memiliki hak perkawinan, hak waris dan pemakaman penuh di bawah hukum Islam. Di dalam fatwa dijelaskan bahwa wanita kelahiran transgender yang memiliki ‘tanda-tanda menjadi laki-laki’ adalah mungkin untuk menikahi seorang wanita atau menikahi laki-laki dengan ‘tanda-tanda menjadi wanita’, dan sebaliknya.

Walaupun begitu, fatwa ini memutuskan bahwa seorang transgender yang memiliki ‘tanda-tanda dari kedua jenis kelamin’ atau interseks, tidak boleh menikahi siapa pun.

Fatwa tersebut juga menyatakan bahwa setiap tindakan yang dimaksudkan untuk ‘mempermalukan, menghina atau menggoda’ masyarakat adalah ‘haram’ (berdosa), dan bahwa orang-orang transgender tidak boleh dirampas warisan keluarganya, dan memiliki hak yang sama untuk dimakamkan dengan cara Islam.

Selama ini tidak mungkin bagi para transgender untuk menikah di Pakistan, di mana pernikahan transgender tetap dihukum penjara seumur hidup, dan tidak ada “gender ketiga” diakui pada kartu identitas resmi. Karena itu fatwa ini dirayakan sebagai kabar baik bagi transgender yang semakin sering menjadi sasaran serangan fisik di Pakistan.

Seperti dilansir Telegraph, 27 Juni 2016, bulan lalu, penembakan seorang wanita transgender di rumahnya di Pakistan Utara memicu protes di seluruh negeri. Wanita yang juga merupakan aktivis transgender itu tewas setelah pihak medis menolak untuk merawatnya karena ia seorang transgender.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa ulama telah mengangkat suara mereka dalam mendukung hak-hak kaum transgender. Tapi kita harus melangkah lebih jauh untuk orang-orang transgender dan negara perlu untuk memperkenalkan fatwa ini ke seluruh masyarakat” ucap Qamar Naseem, seorang aktivis komunitas transgender. (rsn-onvsoff)