Istri Gubernur NTT Lusia Adinda Lebu Raya Abdikan Hidupnya Untuk Pramuka

Istri Gubernur NTT Lusia Adinda Lebu Raya Abdikan Hidupnya Untuk Pramuka

ONVSOFF.com – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT), Lusia Adinda Lebu Raya merupakan salah satu sosok perempuan yang mempunyai komitmen tinggi untuk membangun dam mengembangkan paramuka di NTT.

(Baca juga: Pramuka Bentang Merah Putih Diatas Danau Cibubur)

NTT menjadi salah satu provinsi yang paling aktif dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Kwarda NTT juga pernah meraih penghargaan sebagai Kwarda tergiat di bawah kepemimpinan Lusia pada 2008 lalu.

Seperti yang dikutip dari pramuka.or.id, prestasi itu memicu pertumbuhan anggota Pramuka di NTT secara signifikan. “Saat ini jumlah anggota Pramuka di NTT sudah lebih dari 103 ribu. Aktivitas Pramuka di NTT itu dimulai dari gugus depan atau satuan karya,” ujarnya, Kamis (18/8).

Saat ini, perwakilan Pramuka NTT juga sudah meraih penghargaan empat Lencana Melati, yaitu tanda penghargaan kepada seorang yang dianggap telah memberikan jasa dan pengabdian Lebih besar bagi kepentingan Gerakan Pramuka. Lusia menyadari, untuk membesarkan Geraka Pramuka, harus ada perhatian lebih dari pengurus dan pemerintah.

“Dari 3000 desa di NTT saya sudah mengunjungi 1500 desa, dan itu ke gudep-gudep, ke kwarcab-kwarcab. Saya kunjungi semua,” terangnya.

Perhatia Lusia Adinda Lebu Raya terhadap Gerakan Pramuka juga menyentuh hingga hal-hal kecil dan detail. Pada saat berkunjung ke gudep-gudep, misalnya. Dia mengecek persoalan baju Pramuka, sepatu, dan juga alat-alat perlengkapan Pramuka seperti tenda. “Kalau mereka ada yang butuh kita siapkan,” tutur istri dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Wanita yang juga menjabat Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kominfo ini menuturkan, sejatinya banyak keuntungan yang bisa dipetik pemerintah daerah dengan adanya Pramuka.

“Orang kadang ada yang memandang sebelah mata Pramuka, padahal kalau kita tahu, tingkat kegiatan sosial Pramuka sangat tinggi. Di Pramuka diajarkan hormat kepada orang tua, cinta alam, rela menolong dan tabah, dan lain-lain,” terangnya.

Di hari jadi Gerakan Pramuka ke-55 tahun ini, Kak Lusia bertekad untuk terus mengabdikan dirinya bagi Gerakan Pramuka agar bisa menjadi organisasi kepanduan yang banyak diminati oleh masyarakat dan anak muda, khususnya di NTT.

“Ini semata-mata karena saya cinta terhadap Pramuka,” tutup Kak Lusia yang pernah menjabat Wakil Ketua Kwarda tahun 2004.(jmw-onvsoff)